asif mainullah fathan Apa yang bisa diungkapakan dari frasa ‘memungut batu’? Di siang yang terik, di pojok lapangan bola, dengan hembusan angin kering kemarau, segerombolan santri melakukan sebuah eksekusi besar. Dalam genggaman mereka, ember-ember retak tanpa gagang, (entah dari rak kamar mana mereka merampoknya), menanti isi.batu-batu Mereka mematung, kadang menggaruk kepala, siang yang terik terlalu [...]
Filed under: hikmah | Tinggalkan sebuah Komentar »